Jumat, 14 Oktober 2016

UNCONDITIONAL LOVE

Kehilangan seekor anjing yang telah aku anggap sebagai sahabat dan keluarga adalah sebuah pukulan yang berat buatku. Carlo sangat berarti bagi hidupku.

Mungkin orang-orang hanya berpikir Carlo hanyalah seekor anak anjing dan untuk apa aku bersedih sampai selama itu???

Ya, Carlo memang hanya seekor anak anjing tetapi melalui Carlo aku belajar banyak hal. Carlo mengajarkan aku mengenai UNCONDITIONAL LOVE. Dia bisa menerimaku apa adanya dengan kondisiku yang seperti ini. Aku hanyalah orang biasa yang memiliki banyak kekurangan dan kelemahan, tapi Carlo dengan mudah menerimaku tanpa protes ini itu. Dia bisa menerima kondisiku yang tidak bisa memberikannya segala fasilitas mewah untuk merawat anjing ras sekelas Maltese. Aku merawat dia semampuku dan tentunya dengan budget pas-pasan. Dia tidak pernah protes ketika aku memandikannya dengan shampoo anjing biasa bukan dengan shampoo anjing berkelas yang harga 1 botol kecilnya ratusan ribu rupiah. Dia tidak pernah protes ketika aku hanya mampu mengeringkan bulunya dengan hair dryer biasa bukan dengan blower khusus hewan yang harganya jutaan dan untuk menghidupkannya saja memerlukan daya listrik melebihi kapasitas daya listrik di rumahku. Dia tidak pernah protes tidur di kamarku yang tidak ada AC, padahal untuk anjing-anjing sekelas dia, ruangan tidur dan mainnya harus full ber-AC. Dia tidak pernah protes ketika aku hanya mampu memberinya makanan yang aku buat sendiri di dapur bukan dengan dogfood khusus terbaik untuk anjing sekelasnya. Dia tidak pernah protes aku memandikannya sendiri di rumah karena aku tidak memiliki cukup uang untuk memandikannya di salon hewan setiap 1 minggu sekali. Yang paling aku ingat ketika dia sakit, Carlo tidak sekalipun protes dan menangis kesakitan padahal aku tahu rasanya pasti sakit sekali.

Dia tidak pernah protes dengan fasilitas sederhana yang aku berikan kepadanya. Carlo mengajarkanku untuk menyayangi tanpa mengenal kondisi. Kepolosan dan keceriaan Carlo juga mengajarkanku untuk tidak lupa tersenyum kepada orang lain apapun masalah yang sedang aku hadapi. Di saat aku ingin menyerah dengan keadaanku yang terpuruk, dia tidak pernah meninggalkan aku dan menjadi penghiburku di saat aku ingin menangis sekencang-kencangnya. Dia menerimaku apa adanya dengan segala sifat baik dan burukku. Dia yang pertama aku cari ketika aku ingin menangis. Aku cukup memeluknya dan dia diam sambil memandangku seolah-olah dia mengerti apa yang sedang terjadi. Dia membiarkanku berbicara kepadanya dan setelah aku merasa lega, dia mulai mengajakku bermain untuk melepas kesedihanku. 

Carlo mengajarkanku untuk mencintai secara sederhana, mencintai tanpa ekspetasi yang tinggi, mencintai tanpa mengenal kondisi, mencintai dengan tulus, dan tentunya tersenyum walau kondisimu sedang kacau. 

4 bulan 5 hari adalah waktu yang singkat bersamanya, tetapi Carlo bisa mengajarkanku apa arti CINTA dan MENCINTAI dengan cara yang sederhana.

Dia sangat berharga dalam hidupku. Itulah mengapa aku sulit melepasnya hingga detik ini...

AKU MENYAYANGINYA MELEBIHI DIRIKU SENDIRI...
TERIMA KASIH UNTUK 4 BULAN 5 HARI YANG KITA LALUI BERSAMA...
KAKAK SAYANG CARLO :)

Selasa, 11 Oktober 2016

Sebuah Kenangan

Sebuah kenangan....


itulah judul post pertamaku ini. Aku tidak mengerti apakah ini sebuah kenangan manis atau buruk karena cerita di bawah ini dapat dilihat dari beberapa perspektif.


17 Mei 2016 adalah hari terindahku. Setelah berbulan-bulan aku merengek seperti anak kecil meminta seekor anak anjing baru untuk menemaniku dan my mom mengatakan oke. Aku membeli seekor anak anjing maltese di salah satu forum jual beli online dengan harga relatif murah namun dengan kondisi bulu penuh tanah merah, kutuan, dan terkena jamur. Apapun kondisinya saat itu, AKU MENYAYANGINYA. Dia kuberi nama Carlo.

Hari demi hari aku lalui bersamanya. Dia penghiburku disaat aku mau menyerah akan masalah-masalah yang kuhadapi. Sejak ada Carlo, duniaku langsung berubah 180 derajat karena dia adalah anak anjing yang aktif, periang, dan setia. Dia menghangatkan suasana di rumah dan membuat seisi rumah menjadi lebih berwarna. Dia paling manja denganku dan selalu menyambut serta memeluk kakiku ketika aku pulang ke rumah. Dia tidak mau jauh dariku. Dia adalah anak anjing termanis yang pernah ku miliki. Dia menjadi sahabat terbaikku dan penghiburku di kala aku mau menyerah dengan banyak hal di sekitarku.

hampir 4 bulan aku bersamanya.... BAHAGIA? aku sangat sangat sangat bahagia :)

Jumat, 16 September 2016 adalah hari terburuk itu dimulai. Aku menghubungi dokter hewan untuk memberikan vaksin kepada Carlo. Dia adalah dokter hewan langgananku, tetapi untuk pertama kalinya ia mengutus dokter hewan muda yang menjadi salah satu dokter jaga di petshopnya. Aku sempat ragu, tapi aku tepis pikiran buruk itu dan tetap mengiyakan dokter tersebut datang ke rumah. Dia diberikan langsung vaksin lengkap E7 pada usia 9.5 bulan padahal sebelumnya dia belum pernah vaksin. 

Keesokan harinya Carlo demam hingga hari minggu (2 hari demam). Panik? jelas iya.. aku sangat panik. aku bertanya kepada dokter hewan langgananku via WA apakah wajar demam setelah vaksin? dia bilang wajar selama 2-3 hari. 

Senin, 19 September 2016 adalah hari dimana Carlo mulai muntah-muntah. Apapun yang aku berikan kepadanya dimuntahkan kembali. PANIK? jelas iya... bahkan aku sampai menangis ketika dia muntah tapi aku terus berusaha memberikan air madu, susu, dan makanan.
Aku mengabari dokter hewan langgananku kalau Carlo muntah-muntah dan ia bilang coba diberikan Primperan sirup.
Malamnya Carlo diare dan aku terus memberikan kabar ke dokter hewan langgananku. Dia hanya bilang sepertinya membutuhkan obat lagi. dicek lagi ya.

Selasa, 20 September 2016 adalah hari ketika Carlo aku bawa ke sebuah klinik hewan di BSD yang memiliki reputasi bagus. Aku merasa tidak mendapat solusi dari dokter hewan langgananku dan aku nekat membawa Carlo menggunakan Grabcar kesana. Sesampainya di klinik, Carlo di tes darah dan dirawat inap di klinik tersebut. Dokter bilang, hasil tes darah paling cepat keluar sore ini dan paling lambat besok siang. Dokter hewan tsb berharap organnya tidak terganggu dan hanya infeksi bakteri bukan vaksinnya yang jebol.
Selasa malam aku diberi kabar oleh dokter melalui telepon mengenai hasil tes darah. Duniaku seperti runtuh seketika.... dokter menjelaskan kalau organ hati dan ginjal Carlo rusak berat dan ternyata dugaannya benar kalau vaksin itu menyerang organ Carlo. Dokter tersebut memintaku agar Carlo terus dirawat inap di sana dan jika ada perubahan keadaan dan hasil tes menjadi lebih baik, Carlo bisa bertahan. Aku hanya bilang, "lakukan apapun yang terbaik ya dok".
Aku MENANGIS setelah aku menutup telepon dari dokter tersebut. DUNIAKU RUNTUH....Aku merasa hancur sehancur-hancurnya. Aku menangis semalaman karena aku merasa sangat bersalah kepada Carlo. 

Hari Rabu 21 September 2016 Aku hanya diam di kamarku. aku tidak mau makan dan keluar kamar. Aku hanya menangis di kasurku dan berharap ada MUKJIZAT dari Tuhan untuk Carlo. Aku sampai trauma memegang HPku karena aku takut mendapatkan kabar buruk dari klinik. Malamnya aku bermimpi kalau aku datang ke klinik untuk menjenguk Carlo. Dia aku pangku, setelah itu Carlo berlari-lari sambil tersenyum ke arahku dan dia masih memakai selang infus. Itu adalah mimpi yang memberikan aku sedikit harapan kalau masih ada peluang untuk Carlo bisa sembuh.

Kamis, 22 September 2016 adalah hari dimana Carlo tepat berusia 10 bulan. di hari itu, seorang teman baikku menyarankan aku untuk menjenguk Carlo. Aku sebenarnya tidak tega tapi aku memberanikan diri datang ke klinik karena aku rindu dengan Carlo. Aku mendapatkan ijin dari dokter hewan untuk menjenguk Carlo sedikit lebih awal dari jam besuk ruang isolasi. Aku berusaha untuk tidak menangis di depannya tetapi aku gagal. Aku menangis di depan kandangnya dan kemudian bernostalgia dengan cara bercerita kepada dokter jaga mengenai kebiasaan-kebiasaan Carlo di rumah dan segala keisengannya. Carlo juga memaksa keluar kandang untuk memelukku tapi tidak kupebolehkan. Napasnya pada saat itu tersengal-sengal. Dia ingin muntah terus tetapi isi perutnya kosong. Dia selalu mengigit lidahnya hingga berdarah dan sesekali mengerang kesakitan.

Aku mengelus Carlo sambil berbicara.......

"kakak sayang Carlo, sayang banget. Cepet sembuh biar kamu bisa kumpul lagi di rumah bareng miki, jelly, chiko, chiro, dan kucing-kucing lainnya. Kakak beruntung punya kamu dan kakak sayang banget sama kamu. Apapun hasil akhirnya nanti kakak terima apapun kondisi kamu, entah kamu bisa normal kembali atau tidak, kakak terima dan akan terus sayang kamu bahkan bisa lebih. Kakak kangen kamu yang suka berantakin barang-barang kakak di rumah. cepet sembuh sayang, kakak sayang kamu melebihi diri kakak. Kakak gak peduli berapa biaya yang harus kakak keluarkan agar kamu bisa sembuh. Ayo berjuang sembuh ya Carlo biar bisa kumpul lagi sama temen-temen kamu di rumah dan main sama  anjing tetangga si Brunie dan El".

Sekitar pukul 19.50 (jam besuk habis pukul 20.00) Aku pamit pulang ke Carlo dan bilang besok akan datang lagi. Ketika aku berdiri, dia seperti ingin mengikutiku tapi terhalang kandang, dia sedikit terjatuh. Aku bilang kepada dokter jaga, "Mbak, tolong ditenangin Carlo-nya, saya mau keluar ruangan". Ketika aku keluar pintu ruangan aku mendengar teriakan Carlo mengerang kesakitan dan aku menangis. Dari luar aku mendengar dokter jaga tersebut memanggil temannya untuk menghubungi dokter yang bertanggungjawab atas Carlo karena Carlo muntah darah.
Aku terus menangis di luar ruangan itu, aku tidak peduli beberapa kali pegawai klinik lewat dan melihatku menangis. Dokter jaga itu keluar dari ruang Carlo dan memberitahu kalau Carlo sudah tidak ada. Denyutnya melemah dan lama-kelamaan menghilang.
Aku MENANGIS selama berjam-jam di klinik tersebut dan menelepon seorang teman yang kebetulan sedang berada di kawasan BSD untuk menemaniku.
Aku tidak peduli berapa kali orang lewat di depanku dan raut muka mereka mempertanyakan mengapa aku menangis di teras klinik. AKU TIDAK PEDULI.......... yang aku rasakan saat itu adalah PATAH HATI TERHEBAT.... hatiku sangat hancur.
Aku seperti kehilangan setengah dari nyawaku. Aku menyayanginya lebih dari apapun.


Sampai sekarang aku masih dalam sebuah penyesalan.... loyalitas dari seekor anak anjing bernama Carlo adalah kado terindah yang pernah kuperoleh dari Tuhan.
Egois memang kalau aku masih mengharapkannya bertahan, sembuh. dan pulang kembali ke rumahku.
Dia bertahan selama 2 hari hanya untuk bertemu denganku untuk terakhir kalinya...
Hari itu adalah hari terburukku.
Sampai saat ini aku masih menangis jika teringat kembali semua kebiasaan-kebiasaan bersama Carlo. 
Dia adalah patah hati terhebat yang pernah terjadi di dalam hidupku.
Aku menyayanginya melebihi diriku sendiri.
Dia adalah kado terbaik dan terindah.
Dia datang di saat aku lelah dengan kondisi di sekitarku yang tidak pernah peduli dengan apa yang aku rasakan padahal ketika mereka ada masalah, aku berusaha mendengarkan keluh kesah mereka.
Senyumannya adalah penyemangat hari-hariku.
Sekarang di rumah sepi...
Hatiku juga hampa....

Impianku untuk merayakan ulangtahunku bersamanya hanya sebatas MIMPI...

I love you to the moon and back, my baby Carlo...
I hope you will be a good pawkid for God
Maybe someday I'll be strong like you
see you in another stage of life, baby
I miss you so much!!!!!


TERIMA KASIH SUDAH MENJADI PENGUAT DALAM HIDUPKU :)